Jumat, 25 Desember 2015

Sebuah Nasehat Tentang Santri

Sebuah Nasehat Tentang Santri.

Sudah berapa tahun engkau dipesantren.?
Sudah berapa pelajaran yang kau fahami?
Sudah sampai mana keikhlasanmu.
Sudah sampai mana suluk dan adabmu?

Santri...
Adakah masih tertanam dihatimu, keberkahan-keberkahan dari guru-gurumu.
Seperti kemantaban Brandal Lokajaya  sunan kalijaga kepada gurunya Sunan Bonang.

Oh...Santri...
Adakah masih tersimpan dalam benakmu rasa ta'dzim penghormatan kepada Murobbimu.
Sepertihal santri Syaikhona Kholil yang bahkan rela untuk disembelih.

Oh...Santri.
Ataukah kanuseperti santri-santri kampungan, anak-anak kampus yang mlete-mlete itu.
Yang suka mendemo gurunya, berbuat mesum seenaknya,
sampai-sampai kampus tempat belajarnya di bakar sendiri. Hahahaha....
Tanpa mengenal apa arti guru,
Tanpa mengenal apa itu Berkah.
Mereka hanya mengenal  Uang...uang...dan uang.

Oh Santri.....
Ataukah engkau berada disini hanya mengejar nilai-nilai ujian,
Ijazah-ijazah bodong yang kau butuhkan,
Atau cuma ingin Gelar pahlawan bertopeng yang selalu kesiangan.
He...he...he....

Oh....... Santri.
kekayaanmu tidak akan berarti sama sekali jika masih suul adzab pada gurumu.
Kepintaranmu tidak akan berarti sama sekali,  jika kamu masih punya rasa khusnudzon pada Kyaimu.

Orang dahulu pernah berdoa' ketika melangkahkan kakinya untuk mengaji :

اللهم استر عيب معلمي عني ، ولا تذهب بركة علمه مني

Ya Allah, semoga engkau menutupi aib-aib guruku sehingga aku tidak bisa melihatnya, dan semoga  tidak menghilangkan barokah ilmunya dariku.

Oh...SANTRI......
Tetaplah pada tradisi baik terdahulu, dengan kitab kuningmu, tawadlu'mu, nderes quranmu,salim sungkem pada kyaimu..
Hanya itu jalan  yang menjadikan bangsa ini lebih mulia, lebih bermartabat.

Ahmad Zainuddin Badruddin ANNUR Bululawang Malang.
15 - Des -2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar