Minggu, 20 Desember 2015

KEBEJATAN INTERNET

KEBEJATAN INTERNET

Fenoma baru-baru ini dengan maraknya internet tidak menjadikan manusia bertambah baik tapi justru merusak fikiran, moral dan tuntunan agamanya.

Kita sadari di tempat-tempat warnet kebanyakan anak-anak sekolahan tingkat SMA atau masih tingkat SMP. Waktu sekolah ia salah gunakan dengan perkara-perkara yang tidak manfaat. Mungkin awalnya ke warnet browsing ada tugas copy paste, cari judul dll. Satu jam, dua jam, atau seluruh jam sekolah ia gunakan ngenet. Hal itu hampir setiap hari ia lakukan. Mungkin tempat belajarnya pindah dari sekolahan ke warnet,, Na'udzubillah Min Dzalik.

Ada apa emangnya di warnet kok betah ? Berapa banyak anak-anak muda usia 13-15 th (SMP), 16-18 th (SMA) masa depan mereka dihancurkan dengan adanya internet. Facebook, yutube, yahoo messengger yang menjadi ganti pelajaran disekolahnya, ada yang sampai duduk berduaan mesra sama pasangannya. Lama banget duduknya. Kagak geringgingen (sakit) pantatnya. Kita husnudzon saja mungkin lagi belajar, tapi belajar apa ? Hehe....

Ketika anak-anak sudah lulus sekolahnya. Si perempuan minta dinikahkan orang tuanya dengan pacarnya, agar laki-lakinya bertanggung jawab. Si laki-laki juga minta restu orang tua untuk melamar pacarnya, sebagai bentuk rasa tanggung jawab. Penyebabnya karena ia sudah hamil dan pernah hubungan diluar nikah. Betapa bejatnya kau (internet) membuat anak-anak berani melakukan dosa besar !!!

Padahal, menikahi wanita yang dizinahi bukanlah sikap LAKI-LAKI YANG BERTANGGUNG JAWAB. Tapi melakukan zina menunjukkan sikap LAKI-LAKI BEJAD. Dan wanita yang mau dizinahi adalah tanda-tanda wanita yang rusak agamanya.

Laki-laki yang bertanggung jawab tidak akan melakukan jalan-jalan menuju zina, apalagi sampai terjadi perbuatan hina tersebut. Laki-laki yang bertanggung jawab akan mendatangi orang tua perempuan menyampaikan keinginannya untuk memperistri perempuan tersebut.

Begitu pula, wanita baik-baik nan cerdas dia tidak akan mau dipacari, dia akan menjaga mutiaranya, mahkota kesuciannya dan akan mempersembahkan pertama kali kepada suaminya, bukan diberikan kepada laki-laki yang belum halal baginya. Allohu Akbar, Allohu Akbar !!!

Internet ibarat sebuah pisau tajam yang bisa digunakan untuk apa saja yang ingin ia lakukan. Ibu yang tugasnya di dapur menggunakannya untuk membantu pekerjaan dapur, tukang khitan menggunakannya untuk mengkhitan (nyunat), sedangkan si pembunuh menggunakan pisau untuk membunuh sasarannya. Saudaraku, itulah internet bisa digunakan apa saja tergantung pada penggunanya. Coba perhatikan! Anak kecil yang diberi pisau ditangannya oleh orang tuanya dengan tujuan agar dibuat bermain. Kira2 benarkah tindakan orang tua tersebut ? Semua orang berkata salah, sebab ia belum waktunya memegang dan menggunakan pisau.

Selamatkan anak-anak anda, murid-murid anda dari kebejadan internet. 11.21 Kamis, 10 Desember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar