Jumat, 25 Desember 2015

Liburan dan Bencana

LIBURAN DAN BENCANA

oleh : Ali Frima.

Kita saat ini masuk pada musim-musim liburan yang mestinya tidak lepas dengan namanya hiburan. Namun, apakah liburan itu dapat membawa manfa'at bagi kita, orang lain atau alam? ataukah malah bencana yang akan didapat.

Mereka berlibur ke bali, lombok, singapura, bahkan ke cina. Terus apa yang akan didapat dengan berlibur?  Apa yang kalian cari dengan liburan? Hiburan, kesenangan atau ketenangan jiwa.

Yang jelas uang akan habis, waktu terlewatkan tanpa adanya manfa'at,
mengotori air laut dan pegunungan yang mereka datangi. Bahkan yang mereka lakukakan adalah pacaran, mesum, pesta miras dan obat-obatan terlarang, merusak dan hal-hal negatif lainnya. Sehingga alam semakin marah gempa, tanah longsor, gunung-gunung banyak yang meletus, lautan memuntahkan airnya. Hal itu disebabkan manusianya yang rusak dan merusakkan alam.

Seyoyanya kita sebagai khalifah di bumi dapat menjadikan liburan untuk hal-hal yang bermanfaat dengan membuahkan pemikiran yang cemerlang, kreatif dan inofatif untuk membangun alam agar semakin baik.

Orang-orang terdahulu mengisi waktu liburannya dengan silatur rahmi menyambung sanak saudara dan teman yang sudah lama tidak ketemu. Hiburan mereka bukanlah piknik, kesana-kemari, menghabiskan uang dengan tujuan bersenang-senang, akan tetapi hiburan mereka adalah  memperbanyak sholatnya dengan khusyu' sebab ittiba' (mengikuti) junjungan kita Rasulullah SAW. Sebagaimana sabda beliau : WA JU'ILAT QURROTU 'AINII FISSHOLAAH "Dan dijadikan kesenangan mataku didalam sholat".
Allahu Akbar,,,

Natijah (Kesimpulan) :
(1) Liburan bukanlah ajang berfoya-foya dengan hal-hal negatif belaka pacaran, mesum, pesta obat-obatan terlarang dan miras. Namun, mengisi dengan sesuatu yang lebih bermanfaat.
(2) Liburan yang benar adalah yang memberikan manfaat bagi diri, orang lain ataupun alam berfikir yang cemerlang, kreatif dan inofatif untuk membangun alam agar semakin baik.
(3) Orang-orang terdahulu mengisi liburannya dengan silaturrahmi menyambung sanak saudara dan teman yang sudah lama tidak ketemu.
(4) Hiburan orang-orang terdahulu bukanlah piknik, kesana-kemari menghabiskan uang dengan bersenang-senang, akan tetapi mereka malah memperbanyak sholatnya dengan khusyu', sebab ittiba' (mengikuti) junjungan kita Rasulullah SAW.
(5) Kau jadikan liburanmu sebagai sesuatu yang bermanfaat ataukah malah bencana?
Wallahu A'laa Wa A'lam.
14:49 Senin, 21 Desember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar