Minggu, 20 Desember 2015

KEBEJATAN INTERNET

KEBEJATAN INTERNET

Fenoma baru-baru ini dengan maraknya internet tidak menjadikan manusia bertambah baik tapi justru merusak fikiran, moral dan tuntunan agamanya.

Kita sadari di tempat-tempat warnet kebanyakan anak-anak sekolahan tingkat SMA atau masih tingkat SMP. Waktu sekolah ia salah gunakan dengan perkara-perkara yang tidak manfaat. Mungkin awalnya ke warnet browsing ada tugas copy paste, cari judul dll. Satu jam, dua jam, atau seluruh jam sekolah ia gunakan ngenet. Hal itu hampir setiap hari ia lakukan. Mungkin tempat belajarnya pindah dari sekolahan ke warnet,, Na'udzubillah Min Dzalik.

Ada apa emangnya di warnet kok betah ? Berapa banyak anak-anak muda usia 13-15 th (SMP), 16-18 th (SMA) masa depan mereka dihancurkan dengan adanya internet. Facebook, yutube, yahoo messengger yang menjadi ganti pelajaran disekolahnya, ada yang sampai duduk berduaan mesra sama pasangannya. Lama banget duduknya. Kagak geringgingen (sakit) pantatnya. Kita husnudzon saja mungkin lagi belajar, tapi belajar apa ? Hehe....

Ketika anak-anak sudah lulus sekolahnya. Si perempuan minta dinikahkan orang tuanya dengan pacarnya, agar laki-lakinya bertanggung jawab. Si laki-laki juga minta restu orang tua untuk melamar pacarnya, sebagai bentuk rasa tanggung jawab. Penyebabnya karena ia sudah hamil dan pernah hubungan diluar nikah. Betapa bejatnya kau (internet) membuat anak-anak berani melakukan dosa besar !!!

Padahal, menikahi wanita yang dizinahi bukanlah sikap LAKI-LAKI YANG BERTANGGUNG JAWAB. Tapi melakukan zina menunjukkan sikap LAKI-LAKI BEJAD. Dan wanita yang mau dizinahi adalah tanda-tanda wanita yang rusak agamanya.

Laki-laki yang bertanggung jawab tidak akan melakukan jalan-jalan menuju zina, apalagi sampai terjadi perbuatan hina tersebut. Laki-laki yang bertanggung jawab akan mendatangi orang tua perempuan menyampaikan keinginannya untuk memperistri perempuan tersebut.

Begitu pula, wanita baik-baik nan cerdas dia tidak akan mau dipacari, dia akan menjaga mutiaranya, mahkota kesuciannya dan akan mempersembahkan pertama kali kepada suaminya, bukan diberikan kepada laki-laki yang belum halal baginya. Allohu Akbar, Allohu Akbar !!!

Internet ibarat sebuah pisau tajam yang bisa digunakan untuk apa saja yang ingin ia lakukan. Ibu yang tugasnya di dapur menggunakannya untuk membantu pekerjaan dapur, tukang khitan menggunakannya untuk mengkhitan (nyunat), sedangkan si pembunuh menggunakan pisau untuk membunuh sasarannya. Saudaraku, itulah internet bisa digunakan apa saja tergantung pada penggunanya. Coba perhatikan! Anak kecil yang diberi pisau ditangannya oleh orang tuanya dengan tujuan agar dibuat bermain. Kira2 benarkah tindakan orang tua tersebut ? Semua orang berkata salah, sebab ia belum waktunya memegang dan menggunakan pisau.

Selamatkan anak-anak anda, murid-murid anda dari kebejadan internet. 11.21 Kamis, 10 Desember 2015

CINTA NABI

Dua Sahabat Nabi yang berani mati karena membela Sang Nabi

Alhamdulillah kita masih berada dibulan yang mulia Robi'ul Awal bulan dimana Rasul SAW lahir ke dunia. Seyogyanya kita mengkaji dan meneladani sifat para sahabat yang berani mati demi membela sang kekasih baginda Nabi Muhammad SAW. Dikatakan oleh seorang sahabat bernama Suhail sebelum memeluk agama islam : "Tidaklah aku melihat raja-raja di romawi, kisra, persia dsb yang rakyatnya lebih mencintai kepada rajanya sebagaimana para sahabat Nabi kepada Nabi Muhammad SAW". Jiwa dan raga mereka taruhkan demi membela perjuangan Rasulullah SAW.

Tahukah anda, Siapa yang berhasil membunuh dedengkot kafir Quraisy yang lebih kita kenal dengan sebutan Abu Jahal? Dua orang sahabat bernama Mu'adz dan Mu'awwadz, seorang anak-anak yang berusia 14 tahun. Coba kita lihat diusia yang masih muda ia berani melawan Abu Jahal, Sang gembong Quraisy. Iya mereka berdua berani melawannya, sebab Abu Jahal adalah orang yang paling benci terhadap Nabi Muhammad SAW. Bahkan pada saat perang tersebut, Abdurrahman bin 'Auf merasa khawatir terhadap keduanya disaat mereka bertanya "Wahai paman, beritahulah kami siapa yang namanya Abu Jahal diantara mereka, dia adalah musuh Allah orang yang sering mencaci maki Rasulullah?" Mendengar perkataan keduanya, Abdurrahman bin 'Auf terdiam dan melihat kepada keduanya. Apa yang sudah kalian katakan, mereka berkata seperti perkataan yang awal. "Baiklah akan ku beritahu siapa yang namanya Abu Jahal, karena kalian berdua bukan anak kecil, jiwa kalian sungguh besar. Itu dia Abu Jahal yang kalian cari (sambil menuding ke arah Abu Jahal) pergilah dan bunuh ia". Tanpa berfikir panjang sahabat Mu'adz dan Mu'awwadz menghunus pedangnya seraya melompat bak harimau kelaparan yang bertemu mangsanya. Srat, srat,,, terbunuhlah ia. Kemudian keduanya segera menghadap Baginda Rasulullah SAW dan berkata salah satu mereka "Wahai Rasul, saya telah membunuh musuh Allah, Abu Jahal", yang satunya juga berkata "Wahai Rasul, saya yang telah membunuhnya". Maka Rasul melihat keduanya seraya bertanya "bawalah kemari pedang kalian?" Keduanya pun membawa pedang masing-masing yang berlumuran darah. Dan Rasul berkata "Kalian berdualah yang berhasil membunuh Abu Jahal". Allahu Akbar, Allahu Akbar!!!

Kesimpulan (Natijah) : * Tidak ada sosok pemimpin seperti Nabi yang sangat dicintai oleh umatnya * Mencintai Nabi adalah hal yang wajib bagi siapapun, baik laki-laki atau perempuan, besar maupun anak kecil * Kecintaan dan pengorbanan para sahabat kepada Nabi Muhammad baik jiwa maupun raga mereka buktikan dengan tulus

Fitrah Manusia

FITRAH MANUSIA

Manusia adalah sosok yang sempurna. Ia diciptakan dalam keadaan suci dan bersih sebagaimana selembar kertas putih yang tidak ada coretan apapun.

Fitrah yang ada pada diri manusia adalah pembawaan sejak lahir, sifat ataupun naluri untuk bertindak pada sesuatu yang positif dan tertanam padanya ketauhidan dalam beragama. Tetapi persoalannya, mengapa manusia berbuat hal yang negatif, membahayakan pada dirinya atau orang lain ?

Sebelum membahas pertanyaan diatas. Saya ajak anda melihat keadaan orang-orang disekeliling kita. Ada sebagian dari mereka yang berani membantah orang tuanya, menampar atau sampai berani membunuhnya. Naudzubillah Min Dzalik. Apa hal tersebut tidak menyalahi fitrah manusia ? Begitu juga, ada sebagian mereka yang kedua orang tuanya keturunan baik-baik. Bekerja keras mulai dari masih muda mereka mengumpulkan harta sampai banyak. Tetapi, harta mereka sedikit demi-sedikit dihabiskan sama anaknya. Orang tua memberi nasehat kepadanya, tidak ia dengarkan dan ia bantah nasehatnya. Astaghfirullah,, Berani amat tuh anak pada orang tuanya. Apa ada yang salah dari didikan orang tuanya ? Mungkin gak pernah disekolahkan ? atau gak pernah dididik agama ?
Timbullah pertanyaan demi pertanyaan dari anda. Dari tadi pertanyaan terus gak ada jawabannya Hahaha (Sabar bro...!)

Dalam agama disebutkan :
Kullu mauluudin yuuladu 'alaa fithrootil islaam illaa anna abawaahu yuhawwidaanihi aw yunasshiroonihi aw yumajjisaanihi
"Setiap anak yang lahir itu dalam keadaan suci (islam), kecuali kedua orang tuanya menjadikannya yahudi, nashrani atau majusi".
Dalil dalam agama itu sudah benar. Manusia atau anak yang terlahir itu suci sebagaimana penjelasan diatas.
Namun, pada kenyataannya manusia banyak yang berbuat dzolim dan aniaya. Itu semua karena didikan yang salah. Entah dari orang tua atau gurunya. Anak adalah amanah yang suatu saat akan diambil oleh yang memberi amanah.

Benar itu semua dari didikan yang salah sehingga anak yang menjadi korbannya. Mungkin sebagian dari anda masih kurang senada dengan apa yang saya katakan. Anda berkata : Saya sudah mendidiknya dengan baik. Saya suruh ia sholat. Saya larang ia berlaku kasar pada orang lain. Bahkan mungkin anaknya udah sarjana, tapi kenyataannya, ia nggak pernah sholat, dan sama orang tuanya sendiri berlaku kasar apalagi sama orang lain. Maka, Saya katakan : Didikan yang baik itu tidak hanya serta merta memerintahnya pada kebaikan dan melarangnya berlaku buruk. Yang lebih dari itu adalah contoh dari pada orang tua atau guru pendidik. Anda pernah dengar ungkapan "Anak itu lebih condong meniru perbuatan orang tuanya dari pada ucapannya". Dan tidak hanya itu, Didikan yang baik kepada anak bukan hanya ketika ia sudah terlahir di dunia. Melainkan saat ia masih berada dikandungan ibunya atau bahkan masih belum jadi benih. Orang tua yang mungkin dulunya nakal, bertindak negatif seperti korupsi, suka memfitnah dll. Sedangkan ia belum sesungguhnya taubat. Maka anak yang lahir dari orang tua seperti ini jangan disalahkan perbuatan-perbuatan negatif darinya.

Maka, berusahalah dari sekarang menjadi pribadi yang baik, sebagaimana fitrah kita sebagaimana manusia adalah makhluk yang sempurna. Dan akan terlahir dari benih-benih kita manusia-manusia  yang amanah sebagai khalifah di muka bumi. Amin.

Kesimpulan :
(1) Fitrah manusia adalah suci, putih dan bersih
(2) Orang tua atau Guru pendidik bertanggung jawab atas prilaku anaknya atau muridnya
(3) Orang tua dan Guru yang sudah maksimal dalam mendidik, mendoakan dan memberi contoh yang baik serta taubat dari keburukan masa lalu, ternyata anaknya masih menyimpang dari prilaku positif, maka itu sudah bukan menjadi tanggung jawabnya.
(4) Lingkungan sekitar yang tidak sadar menjadikan ia berprilaku positif
atau negatif
(5) Berbuat baiklah dari sekarang. Sebab, anak lebih condong meniru perbuatan orang tua atau Gurunya dari pada nasehatnya.
23:42 Selasa, 8 Desember 2015

SANG KYAI

SANG KYAI

Kyai adalah Seorang Ulama' yang menjadi panutan para santri,  masyarakat dan mengayomi mereka serta mendidik dengan ajaran Rasulullah SAW.

Sang Kyai memiliki peran sangat penting bagi santrinya untuk mendapatkan barakah dan kemanfaan dari ilmu yang telah diajarkan kepadanya. Maka para santri harus mengetahui tata cara / adab dalam bersikap kepada kyainya.
Salah satu sikap adalah  mendahulukan kepentingan Kyai dari pada pribadinya sendiri, tidak merasa lebih mulya dari Kyainya (dalam sikap atau yang lain), tidak su'udzon apalagi sampai menggunjing atau ngerasani dan membiasakan sungkem terhadap beliau, dan yang paling penting dari itu ialah tidak mengunggulkan kyai lain dihadapannya serta hatinya selalu berta'alluq kepada kyainya dengan terus mendoakannya. Dan masih banyak lagi sikap yang harus dimiliki santri terhadap kyainya, hal itu disebutkan dalam kitab-kitab akhlaq. Silahkan dibaca sendiri! Hehe,,

Guru kita, KH. M. Badruddin Anwar adalah sosok guru yang kharismatik. Pendidikan super hebat yang diberikan kepada keluarga dan santri-santrinya, sehingga terkesan kepada mereka untuk terus mengikuti Uswatun Hasanah atau tindak-tanduk langkahnya yang mulia. Salah satunya adalah menghormati tamu, bersedekah, memuliakan Habaib dzurriyyah Rasulullah SAW. menghormati keturunan Masyayikhnya dan masih banyak lagi tindak tanduk yang harus kita teladani. Allahu Akbar,,,

Sosok kyai sepuh yang sabar, telaten, zuhud, tawaddlu' dan selalu memikirkan nasib santri-santrinya adalah pribadi beliau. Sehingga pondok pesantren asuhan beliau An-Nur 2 Al-Murtadlo tepatnya di desa Bululawang menjadi terkenal luas diberbagai pulau bahkan negara didunia. Orang-orang yang pernah nyantri kepada Romo Kyai Bad, dari mereka banyak menjadi tokoh agama, pemimpin masyarakat dan orang-orang yang sukses.

Diantaranya santrinya Romo Kyai adalah Mr. Dr. Ronald dari Amerika yang mondok pada tahun 2004 dan pada awal bulan desember 2015 sowan ke PP. An-Nur 2 Al-Murtadlo dan mengisi di masjid pondok tentang pesan dan kesan selama nyantri  didepan para santri. Ia berkata waktu dulu nyantri teman-teman santri beserta ustadz-ustadznya berjumlah 600 dan beliau kagum dengan jumlah sekarang berkisar 5000 santri.

Sungguh luar biasa PP. An-Nur 2 Al-Murtadlo yang didirikan pada tahun 1979 M oleh KH. M. Badruddin Anwar dengan usia yang termasuk masih muda 36 tahun sudah menjadi pondok favorit terbaik dengan urutan no 10. Bangunan yang mewah, bertingkat serta taman-taman yang indah, luas dan mempesona. Pondok Pesantren yang memiliki prinsip mempertahankan tradisi Salafus Sholihin dan terus memperbaiki dan mengambil perkara  baru yang lebih bermanfaat.

Sudah banggakah kita menjadi santri beliau ?
Sudahkah kita meniru uswah beliau ?
Sudahkah kita membalas jasa-jasa beliau ?
Jangan sampai kita putus hubungan dengan beliau Romo Kyai, seperti halnya kacang yang lupa akan kulitnya. Karena keberkahan ilmu yang berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kita cari tidak akan kita dapatkan kecuali dengan memperbaiki hubungan dengan beliau

Natijah (Kesimpulan) :
1. Kyai adalah panutan santri dan masyarakat
2. Setiap Kyai memiliki keistimewaan masing-masing, maka janganlah sekali-kali kita melebihkan kyai lain dihadapannya.
3. Berkhidmahlah (mengabdi) kepada Kyai dan jangan berpaling darinya, sebab keberkahkan ilmu tergantung pada ridlonya kyai kepada santrinya. 4. KH. M. Badruddin adalah Kyai kita dan orang tua dalam agama yang harus senantiasa kita hormati sehingga kita bisa diakui menjadi santrinya.
5. Banyak sekali pondok-pondok pesantren yang kita temui, tapi An-Nur beda dari yang lain. Sang Kyai dari Keluarga Bani Nur Daim Plampang, dan merupakan cucu Syekh Maulana Ainul Yaqin (Sunan Giri), Dzurriyyah Rasulullah SAW dari jalur Sayyidina Husein bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra' binti Sayyidina Muhammad SAW.
Demikian setetes pengetahuan yang saya tahu tentang beliau Murobbi Ruhina Romo KH. M. Badruddin Anwar dan masih banyak yang belum saya ketahui, namun tidak mengurangi rasa hormat sedikitpun terhadap beliau.

Ya Allah berilah umur panjang dan berkah kepada beliau dengan keadaan sehat wal'afiyat. Amin Ya Robbal 'Alamin.
10:53 Rabu, 16 Desember 2015

Sowan Kyai dan Hal yang Terlupakan

Sowan Kyai dan Hal yang Terlupakan.

عَنْ أَبِيْ مَسْعُودٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو الْأَنْصَارِيِّ الْبَدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ :
لَمَّا نَزَلَتْ آيَةُ الصَّدَقَةِ كُنَّا نُحَامِلُ عَلَى ظُهُورِنَا. فَجَاءَ رَجُلٌ فَتَصَدَّقَ بِشَيْءٍ كَثِيْرٍٍ فَقَالُوا: مُرَاءٍ، وَجَاءَ رَجُلٌ آخَرُ فَتَصَدَّقَ بِصَاعٍ فَقَالُوا: إنَّ اللهَ لَغَنِيٌّ عَنْ صَاعِ هَذَا، فَنَزَلَتْ {الَّذِيْنَ يَلْمِزُونَ المُطَّوِّعِيْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِيْنَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ} [التوبة 79] الآية.
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
"ونُحَامِلُ" بضم النون، وبالحاءِ المهملة: أَيْ يَحْمِلُ أَحَدُنَا على ظَهْرِهِ بِالأجْرَةِ، وَيَتَصَدَّقُ بها.

Dari Abu Mas'ud, yaitu 'Uqbah Ibn 'Amr al-Anshari al-Badri ra. berkata:
Ketika ayat sedekah turun, maka kita semua mengangkat sesuatu di atas punggung-punggung kita -untuk memperoleh upah dari hasil mengangkatnya itu untuk disedekahkan. Kemudian datanglah seseorang lalu bersedekah dengan sesuatu yang banyak benar jumlahnya. Orang-orang sama berkata: Orang itu adalah sengaja berpamer saja - memperlihatkan amalannya kepada sesama manusia dan tidak karena Allah Ta'ala melakukannya. Ada pula orang lain yang datang kemudian bersedekah dengan barang satu sho' - dari kurma.
Orang-orang berkata: Sebenarnya Allah pastilah tidak memerlukan makanan sesha'nya orang ini. Selanjutnya turun pulalah ayat - yang artinya: Orang-orang yang mencela kaum mu'minin yang memberikan sedekah dengan sukarela dan pula mencela orang-orang yang tidak mendapatkan melainkan menurut kadar kekuatan dirinya, dan seterusnya ayat itu  yakni firman-Nya: Lalu mereka memperolok-olokkan mereka. Allah akan memperolok-olokkan para pencela itu dan mereka yang berbuat sedemikian itu akan memperoleh siksa yang pedih. (at-Taubah: 79)

Itulah sebuah hadis yang termaktub dalam kitab Riyadhush Shaalihin hadis nomer 111.

Ketika ayat yang menerangkan tentang sedekah turun, para sahabat berbondong bondong untuk bersedekah dengan sekadar kemampuannya. Ada yang banyak ada yang mampu dengan sedikit.

Sedang orang-orang munafik mengatakan pada sahabat yang bersedekah  banyak dengan PAMER, dan yang bersedekah hanya sedikit  dikatakan ; Allah tidak butuh akan hal itu.

Begitulah sifat-sifat orang munafiq yang suka mencela mengolok-ngolok dan disebutkan dalam surat at taubah akan mendapatkan siksaan yang pedih.

Jadi bersedekahlah dengan kadar kemampuan anda, biasakan bersedekah kepada siapapun, lebih lebih kepada guru yang pernah mengajar kepada kita.

Disebutkan didalam kitab Bugyatul Mustarsyidien.
‎(فائدة)ذكر السيوطي في خماسيه أن ثواب الصدقة خمسة أنواع واحدة بعشرة و هي على صحيح الجسم و واحدة بتسعين و هي على الأعمى و المبتلى و واحدة بتسع مائة و هي على ذي قرابة محتاج و واحدة بمائة ألف و هي على الأبوين و واحدة بتسعمائة ألف و هي على عالم أو فقيه

‎~بغية المسترشدين ١٠٧

Imam as suyuthi dalam kitab khumasinya membagi shadah menjadi 5 :

1.Shadaqah yang pahalanya 10 x lipat,yaitu shadaqah kepada orang yg sehat wal afiyat
2.Shadaqah yang pahalanya 90 x lipat,yaitu shadaqah kepada orang buta dan yang terkena musibah.
3.Shadaqah yg pahalanya 900 x lipat,yaitu shadaqah kepada kerabat yang membutuhkan.
4.Shadaqah yg pahalanya 100 rb x lipat,yaitu shadaqah kepada kedua orang tua
5.Shadaqah yg pahalanya 900 rb x lipat,yaitu shadaqah kepada ulama atau fuqaha'.

Disamping pahalanya berlipat-lipat sedekah juga menjadi tolak bala'.

Dan itu saya sangat merasakan apa yang diajarkan langsung oleh RK. H. M.Badruddin Anwar, beliau ahli sedekah, ketika beliau sakit parah di rumah sakit dr.soetomo surabaya, setiap hari menyuruh keluarga untuk memberi uang saku pada anak yatim , dan ketika teman-temannya menjenguk di suruh untuk mengajak ke rumah makan .

Juga pula ketika dulu saya mondok, ketika hendak sowan kepada Pengasuh pesantren, RKH. Badruddin selalu "nyangoni" kepada pengasuh dan saya pun juga diberi "amplop" untuk diberikan pada pengasuh.
Sebuah pengajaran agar anak-anaknya nanti bisa meniru.
Tidak sampai disitu ketika anak-anak atau cucu yang pernah mengajar beliau datang kerumah pasti diberi uang saku atau hadiah-hadiah lain.

Memang Disebutkan  didalam kitab Ta'limul Muta'allim : 
Barang siapa yang ingin anaknya menjadi alim fikih atau keturunannya nanti maka hendaklah memberikan sesuatu hadiah kepada guru.

Survey membuktikan bahwasanya orang yang senantiasa suka memberi hadiah akan ada rasa cinta, rasa kasih sayang, dengan seperti itu kita bisa lebih didoakan oleh para guru dan pengasuh.

Hadist Nabi bersabda :
‎تهادوا تحابوا
Saling memberi hadiahlah kalian, maka rasa cinta akan tertanam.
Maqolah remaja :
Orang kalau sudah cinta pasti akan memberi apapun yang dimiliki.

Survei juga membuktika bahwa, santri yang sering sowan kepada kyai dengan membawa sesuatu hidupnya lebih baik dan hubungan batin terasa dekat, dibanding yang tidak.

Oleh karena itu jangan malu, memberikan hadiah kepada Guru meskipun itu hal yang sedikit. Seperti orang-orang desa, seadanya diberikan. Nangka, kelampok, apel dan sebagainya.hehehe.....

Tradisi itu bukan tradisi sogok menyogok, uang upeti atau sebagainya, tradisi itu adalah tradisi yang baik, tradisi salafus soleh yang insyaAllah kemanfaatan akan kembali pada kita.

Wallohu A'lam.

GURU

GURU.

Oleh : Ali Frima.

GURU adalah Orang yang berjasa memberikan ilmunya kepada orang lain dan mendidik untuk kesuksesan di masa depan.

GURU bisa diartikan "diGUgu lan ditiRU" yaitu seorang yang dihormati dan diikuti. Bukan diartikan "diGUyu-guyu sebab kakean tuRU" yaitu orang yang tidak dihormati karena tingkah lakunya tidak baik.

Guru adalah profesi terbaik diantara yang lain. Rasulullah SAW. adalah seorang guru dari orang-orang yang hidup di masanya yakni para Sahabat. Beliau bersabda : ﺖﺜﻌﺑ ﺎﻤﻠﻌﻣ "Aku diutus sebagai pengajar (Guru)". ﷲ ﺔﻘﻳﺮﻃ ﻢﻴﻠﻌﺘﻟا ﻢﻠﻌﺘﻟاو ﻞﻀﻓأ قﺮﻄﻟا ﻰﻟإ"Sebaik-baik thoriqoh (jalan menuju Allah) adalah Thoriqoh belajar dan mengajar". KBM (Kegiatan Belajar dan Mengajar) baik disekolah umum atau diniyyah adalah Program yang baik untuk meningkatkan kwalitas sumber daya manusia (SDM) di negara kita tercinta.

Maka, kita sebagai warga negara kementerian republik indonesia wajib menjunjung tinggi jasa para guru. Salah satunya dengan menggajinya dengan gaji yang cukup banyak. Sehingga mereka tenang dalam mangajar dan mendidik masyarakat dengan baik.

Dalam kitab Taklim Muta'allim disebutkan bahwa derajat Guru lebih tinggi dari pada Orang Tua. Orang tua ibarat kerang. Sedangkan Guru ibarat permata. Sebab, orang tua yang mendidik raga dan Guru yang mendidik jiwa (rohani). Orang tua mengharapkan keberhasilan di dunia, sedangkan Guru mengharap kesuksesan akhirat. Allahu Akbar !!!

Jadilah Guru baik yang mendidik untuk kesuksesan muridnya. Dan jadilah murid terbaik yang selalu menghormati Gurunya. Robithoh (hubungan batin) antara murid dan Guru adalah jalan terbesar kesuksesan bagi murid tersebut, yaitu dengan sering mendoakan guru, sowan dan menjalankan perintahnya serta menjauhi larangannya. Dengan memperoleh ridlonya Guru akan didapat Ridlo Nya Allah SWT. Amin..

RAHASIA KEKAYAAN KYAI BAD

RAHASIA KEKAYAAN KYAI BAD.

Beliau Romo Kyai Haji Baddruddin Anwar sesepuh dan pengasuh pondok pesantren Annur, adalah terkenal kyai yang paling kaya raya di Malang.

Hari-hari beliau di isi dengan kehidupan yang sangat sederhana. Makan dan pakaian yang dikenakan pun sangat terbilang kelas biasa.
Mengapa beliau bisa menjadi kaya raya ? Asetnya dimana-mana, uangnya milyaran, mobilnya rentetan.

Apa yang menjadikan beliau sebegitu istimewanya?

Beliau adalah sosok Kyai yang sederhana nan bersahaja.
Amalan yang sering beliau lakukan adalah sholat berjamaah, istiqomah baca surah waqiah dan yang nomer tiga adalah suka bersedekah.

Banyak sekali dari golongan orang-orang arab dan pribumi yang seringkali meminta sesuatu, dan beliau tidak pernah menolaknya. Juga yang paling sering saya melihat adalah ketika ada putra atau cucu Guru yang pernah mengajar beliau, mesti di "sangoni" dengan kata dan rendah hatinya .

Mungkin karena inilah Allah SWT memberikan anugerah dunia dengan kemanfaatannya.
Selaras dengan hadist Nabi, yang kurang lebih artinya : 

Bahwa orang yang bersedekah tidak akan pernah berkurang hartanya sedikitpun.

Barang siapa membaca waqiah setiap malam tidak akan tertimpa sedikitpun kefakiran.

Barang siapa yang menolong hamba Allah maka Allah akan memberikan pertolongan kepadanya.

Barang siapa yang senantiasa menjaga jamaah sholat lima waktu maka Allah akan mencukupi dunianya, memudahkan pertanyaan kubur, berjalan di sirotul mustaqim dengan cepat.

Jika anda melihat pesantren di Annur II , Maka anda akan takjub dengan desain dan model pondoknya, pondok dengan seluas 15 hektare yang dibangun di atas tanah miliki pribadi dan dibangun tanpa sumbangan pemerintah begitu megahnya dan sangat menawan.

Maka kita sebagai santrinya sedikit banyak harus meniru.

Wallohul Musta'an.