Jumat, 05 Februari 2016

Tragedi Kelam Valentine

Tragedi Kelam Valentine Day.

Catatan Sejarah Valentine’s Day
Dalam buku Ensiklopedia Inggris (The Ensycloppedia Britania) volume ke-12 menuliskan penjelasan sebagai berikut : “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada tahun 496 M, Paus Geladius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Saint Valentine yang mati pada 14 Februari.”

Mengulas tentang sejarah Valentine’s Day, terdapat beberapa macam versi cerita yang berbeda-beda.  

Satu versi cerita berkata bahwa asal mula Valentine itu berkaitan dengan seorang martir (semacam “syahid” dalam literatur agama Islam) yang bernama Saint Valentine atau Santo Valentine. Ia adalah pria Roma yang menolak melepaskan agama Kristen yang diyakininya. Ia meninggal tepat pada tanggal 14 Februari tahun 269 M.

Versi lain mengatakan bahwa Saint Valentine adalah seorang pria yang membaktikan dirinya untuk melayani Tuhan di sebuah kuil pada masa pemerintahan Kaisar Claudius II. Pada masa itu, terdapat budaya “Feast of Lupercalia”yaitu ritual memuja  dewa Juno yang diimplementasikan melalui kencan sehari, yaitu dengan cara nama-nama para peserta gadis ditulis di selembar kertas kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Kemudian para pria harus mengambil satu kertas yang berisi nama seorang gadis yang nantinya menjadi teman kencan di acara tersebut. Dan biasanya berlanjut menjadi jodohnya.
Pada masa pemerintahan Claudius II, Romawi terlibat banyak peperangan. Kaisar Claudius II kesulitan merekrut pemuda untuk armada perangnya karena mereka berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya, Kaisar Claudius II memerintahkan untuk membatalkan semua penikahan dan pertunangan di seluruh kerajaan Romawi. Saint Valentine yang kala itu menjadi pendeta terkenal di Roma menolak perintah dari Kaisar Claudius II.

Saint Valentine dan seorang temannya yang bernama Santo Marus diam-diam tetap menikahkan para pemuda dan prajurit. Tak berselang lama, perbuatan mereka tercium oleh Kaisar Claudius II. Kaisarpun murka dan menjatuhkan hukuman mati kepada Saint Valentine dan Santo Marus. Sebelum dihukum mati, Saint Valentine dipenjara terlebih dahulu. Di dalam penjara dia berkenalan kemudian menjalin hubungan dengan seorang gadis anak sipir penjara. Sebelum dihukum mati, Saint Valentine masih sempat menulis surat kepada gadis tersebut yang berisi “From Your Valentine.”

Saint Valentine dan Santo Marus dihukum mati tepat pada tanggal 14 Februari 270 M. dan karena Lupercalia dimulai pada pertengahan bulan Februari, para pastur memilih Saint Valentine untuk mengganti nama perayaan Lupercalia tersebut. Namun baru pada tahun 496 M pendeta Gelarius menetapkan 14 Februari sebagai hari penghormatan kepada Saint Valentine. Akhirnya secara bertahap 14 Februari dijadikan orang-orang untuk selalu mengingat Saint Valentine dan Santo Marus, serta merayakannya sebagai bentuk ekspresi cinta kasih.

Mencermati asbaabul wuruud (asal usul cerita) hari valentine tersebut, maka kita dapat menarik kongklusi bahwa hari valentine berakar dari perilaku seorang pendeta Nasrani yang membela hak nikah, walaupun sesuai ajaran Katholik dia sendiri tidak menikah. Perilaku ini kemudian diabadikan oleh orang Barat yang beragama Nasrani (baik Katholik maupun Protestan) sebagai hari kasih sayang. Dari perspektif ini jelas, bahwa merayakan hari valentine sama saja dengan melestarikan dan memeriahkan budaya Nasrani dan Barat. Dalam hal-hal beginilah, umat Islam harus ingat bahwa Rasulullah SAW bersabda (yang maknanya): ”Siapa pun yang meniru perilaku suatu kaum, maka dia termasuk kaum tersebut” (HR Abu Dawud dari Ibnu Umar RA). Nah dari hadis tersebut dapat difahami bahwa ikut merayakan harivalentine sama halnya merelakan diri untuk termasuk golongan Nasrani dan Barat.

 

Sebatas ini, hukumnya bisa ”hanya” makruuh (dibenci) karena larangan dalam hadis itu efek hukumnya makruuh jika tidak didukung al-Qur’an, apalagi redaksi hadis ini bukan larangan tetapi celaan (siyaaqudzdzamm). Tetapi ketika di lapangan kita saksikan bahwa praktik perayaan hari valentine itu berupa hura-hura muda-mudi, berpacaran kelewat batas dan pelanggaran tata pergaulan Islamiy lainnya, maka tidak ragu lagi bahwa hukum merayakan hari valentineyang demikian adalah haram (dilarang keras) karena potensial terjadinya perzinaan. Allah SWT berfirman (yang maknanya): ”Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sungguh zina itu adalah perbuatan keji dan cara yang amat buruk” (al-Israa’ ayat 32).

 

Soal kasih sayang sendiri, sebenarnya adalah salah satu ruuch (spirit) ajaran Islam, bahkan Islam yang didakwahkan Rasulullah SAW adalah agama rahmah (kasih sayang). Demikian makna firman Allah SWT: ”Dan tiadalah Kami mengutusmu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat semesta alam” (al-Anbiyaa’ ayat 107). Dan amat banyak hadis sahih yang mencerminkan bahwa Islam adalah agama penuh kasih-sayang dan agama gotong-royong. Rasulullah SAW bersabda (yang maknanya): ”Demi Allah seorang hamba belum sempurna imannya sebelum dia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang dia cintai untuk dirinya” (HR al-Bukhariy dan Muslim dari Anas RA). Sabdanya lagi: ”…Allah akan selalu menolong hamba-Nya selagi hamba tersebut peduli menolong saudaranya” (HR Muslim dari Abu Hurairah), dan ratusan hadis sahih lagi yang semakna.

 

 Mengenai kasih sayang antar lawan jenis, Islam juga mengizinkan bahkan menganjurkan terjalinnya benih cinta di antara mereka agar kehidupan menjadi tenang dan tetap beradab. Firman Allah SWT (yang maknanya): ”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan isteri-isteri dari jenismu sendiri agar kalian merasa tenteram bersamanya, dan Dia juga manjadikan rasa kasih dan sayang di antara kalian. Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (ar-Ruum ayat 21)

 

Jadi dalam Islam jelas tidak ada hari valentine, apalagi hanya 1 hari saja; yang ada adalah hari kasih sayang sepanjang hayat dengan cara-cara Islamiy, baik dengan sesama jeni, dengan lawan jenis bahkan dengan sesama manusia walaupun lain agama. Oleh karena itu umat Islam dihimbau untuk tidak ikut-ikutan merayakan hari valentine 14 Februari yang sebenarnya hanya seper tigaratus enampuluh limanya Islam (1 hari : 365 hari). Islam adalah agama kasih sayang secara beradab sepanjang masa.

 

Waallohu A'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar