Selasa, 02 Februari 2016

Tentang Adab Makan

Tentang Adab Makan.
Oleh : Ahmad Zain.

Imam Ali K.W. berkata : Jika engkau memiliki perut yang buncit, maka golongkanlah dirimu pada orang orang yang terkena musibah.

Berkata sebagian Ulama' : Sedikitkanlah makanmu maka akan sehat.

Berkata orang-orang yang terdidik : Ilmu tidak akan berdiam pada seseorang yang perutnya penuh dengan makanan.

Berkata sebagian Ahli Hikmah : Paling besarnya obat adalah mengira-ngirakan makanan.  [1] Adabu Dunya wa Din. 549.

Dikatakan : Bahwa sesungguhnya kita adalah kaum yang tidak makan kecuali lapar dan ketika makan tidak sampai kenyang.

Berkata salah seorang dokter : Menyedikitkan Madharat lebih baik dari pada memperbanyak manfaat.

Berkata Imam Al Haris : Barang siapa yang ingin hidupnya lama (tidak mudah terkena penyakit) makanlah pagi pagi hari, cepat-cepatlah maka sore, ringankanlah muatan beban, dan sedikitkanlah mengunjungi wanita.

Berkata seorang raja pada dokternya :
Jangan engkau menikah kecuali kepada seorang gadis, jangan makan daging kecuali daging masih muda, jangan minum obat kecuali memang benar-benar sakit, jangan makan buah-buahan kecuali sudah masak, jangan engkau makan kecuali sudah mengunyah dengan lembut, ketika engkau makan siang bolehlah segera tidur, sedangkan engkau ketika makan malam jangan tidur sehingga berjalan  sampai 50 langkah, jangan makan sampai kenyang, janganlah enggan untuk berjima' , jangan menahan pipis,  jangan makan ketika perutmu sudah terisi makanan, berhati-hatilah terhadap makanan yang gigi gerahammu tidak bisa mengunyah sehingga menyulitkan  ususmu. [2] Syu'bul Iman Li Shoghirji. 3/419.

Dikatakan :  empat perkara yang merusak badan : Prihatin, susah, lapar, dan jarang tidur malam.
Dan empat perkara yang menguatkan badan : Memakai pakaian yang halus, masuk kamar mandi dengan tenang tidak tergesa-gesa, memakan makanan, makan yang manis-manis, berlemak dan mencium bau yang harum.

Empat perkara yang mambahayak otak dan pikiran : Selalu makan yang asam,makan buah buahan terus menerus, tidur tengkurap, terus prihatin dan susah.

Empat perkara yang menambah kefahaman : kosongnya hati dari pikiran duniawi, sedikit makan dan minum, makan-makanan yang bergizi, mengeluarkan sisa-sisa makanan yang memberatkan badan [2] Syu'bul Iman li Shoghirji. 3/420.

Dikatakan bahwasanya : sebaik-baik orang yang mempunyai harta adalah dalam keadaan sehat, dan sebaik-baik orang yang sehat badannya adalah yang hatinya bertaqwa.

Dikatakan : Kebanyakan makan mematikan hati, seperti halnya kebanyakan air mematikan tanaman.

Dikatakan : Loman dan dermawan itu dengan makanan bukan dengan harta, barang siapa memberi seribu dirham dan pelit memberi makanan maka orang tersebut bukan golongan dermawan.

Umar bin Khattab berkata : Hati-hatilah memakan daging terus menerus, karna hal itu sangat membahayakan seperti halnya bahaya khomer. [3] Bahjatul Majalis. 1/72.

Umar bin Khatab suatu ketika pernah berkata : Hati-hatilah terlampau kenyang, sesungguhnya hal itu memalaskan solat, menyakitkan tubuh, dan hendaklah ketika engkau makan secukupnya saja sesungguhnya itu lebih menjauhkan pada kejelekan, menyehatkan badan, menguatkan dalam melaksanakan ibadah dan seseorang tidak akan rusak sehingga ia lebih mendahulukan syahwatnya dari pada agamanya.[4] Marjius Sabiq. 1/73.

Berkata Abu Bakar al Hudzli : Makanan menjadi sempurna ketika memenuhi empat syarat : Halal, makan bersama-sama(kembulan), membaca bismillah sebelum makan dan membaca hamdalah sesudahnya.

Abu Zinad berkata : Termasuk memuliakan tamu adalah menyuguhkan (nyumanggaaken) makanan, dan engkau pertama kali yang membasuh tangan sebelum makan adapun setelah makan kamu yang membasuh tangan terakhir kali.

Ditanya  sebagian orang-orang yang cerdas :  Makanan apa yang paling baik ? Setahuku hanya lapar. Jawabnya.

Imam Syafii berkata : Sesungguhnya lapar mencerdaskan pikiran.

Sebagian ahli hikmah berkata : Paling mujarabnya obat adalah mengira-ngirakan asupan makanan.
[5] Syu'bul Iman li Shogirji. 3/392.

Ibnul Qoyim berkata : Sangat dibenci (makruh) minum sehabis olahraga disaat kelelahan, sehabis senggama, sesudah makan atau sebelumnya, sesudah makan buah-buahan, setelah kekamar mandi, setalah bangun tidur,  semua hal itu kontradiksi dengan menjaga kesehatan. [6] Tibbun Nabawi.224.

Salman al Farisi berkata : Saya pernah membaca dalam kitab Taurat : Sesungguhnya keberkahan makanan,sebelum makan wudlu' terlebih dahulu.

Adab-adab Makan.
1. Membaca bismillah sebelum makan.
2. Menggunakan tangan kanan.
3. Mengambil lauk pada apa yang didekatnya saja (contoh makan bersama).
4. Memberikan sebagian jatah lauk kita ketika makan bersama.
5. Makan hingga terasa kenyang sebelum terlalu kenyang disudahi.
6. Makan di plesteran sebagai rasa tawadlu' kepada Allah dan mengikuti tindak lampah Rasulullah SAW , dan tidaklah pernah terlihat Rasul SAW makan menggunakan meja sebagai tumpuannnya karena zuhud terhadap dunia dan meninggalkan Tana'um. Akan tetapi tidaklah haram menggunakan meja makan, jika sudah terbiasa menggunakan meja makan sesekali keluar dari kebiasaan dengan mengikuti cara Rasul SAW makan.
7. Menjilat jari-jari karena menjaga keberkahan makanan dan sekaligus membersihkannya jika makan dengan menggunkan 3 jari.
8. Memakan sisa yang jatuh.
9. Menghabiskan makanan tanpa tersisa.
10. Memperbayak tangan ketika makan ( mengajak orang banyak) , sebagai bentuk mengikuti tradisi para Nabi, dan kemuliaan makanan ada pada banyaknya tangan.
11. Jangan makan dengan bersandar, ada yang mengatakan jangan makan dengan bersila.
12. Boleh memotong daging dan roti dengan menggunakan pisau.
13. Dan tidaklah diperbolehkan mencela sebuah makanan yang sudah disuguhkan. Jika mau dimakan jika tidak berselera tinggalkan, seperti Rasul Saw beliau tidak pernah sama sekali mencela makanan.
14. Makan bersama para khadamnya.
15. Membaca hamdalab setelah makan.
16. Berdoa setelah makan.
17. Seseorang yang bertamu etikanya jangan banyak bertanya seperti ; didapat dari mana makanan ini?.
18. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
19. Menyela-nyela makanan yang masih menempel pada gigi, dan cuci mulut dengan perkara yang wangi.
20. Jangan meninggalkan makan malam, meninggalkannya menyebabkan ketuaan dini, dan janganlah tidur sehabis makan.
[7] Syu'bul Iman li Soghirji. 3/393.

Imam Fudhail bin Iyad berkata : 3 perkara yang mengeraskan hati : Kebanyakan makan, banyak tidur dan banyak bicara. [8] Tobaqotus Sufiyah.13

Syekh Junaid al Baghdadi : Dengan bersihnya makanan, pakaian, dan tempat menjadi baiklah semua perkara.[8] Al Luma'. 244.

Berkata sebagian Ulama' :
Cara memakan makanan ada tiga :
Bersama teman dengan gembira, bersama ahlu dunia dengan adab, bersama para fuqoro' dengan lebih mementingkan mereka. [9]. Al Luma' .243.

Referensi :
1.Al Mawardi,Abil Hasan. 1995. Adabu Dunya wa Dien. Damaskus : Beirut.
2. Al Shoghorji. 1997. Syu'bul Imam Li Shogorji. Damaskus: Beirut.
3. Al Qurtubi, Abdil Bar. 1999. Bahjatul Majalis wa Unsul Majalis. Lebanon : Darul Kutub Ilmiyah.
4. Al Jauziah, Ibnul Qoyim. 1982.  Tibbun Nabawi. Al Risalah : Maktabah al Manar al Islamiyah.
5. Al Saroj, Abi Nasr. Al Luma' . Mesir : Dar ak Kutub al Haditsyiah.
6. Al Salmi, Tobaqo as Shufiyah. 1986. Dar al Kitab al Nafis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar