Minum kopi di Starbuck di bom.
Minum kopi di kaki lima ditabrak Lamborgini.
Minum kopi di Mall mati kena Sianida.....
TERUS MINUM KOPI DIMANAAAAA dong ???? 😄
Kamis, 14 Januari 2016
Minum Kopi
Rabu, 13 Januari 2016
Kisah Nyata yang Mengharukan
Assalamu'alaykum warahmatullah.
Kisah nyata ini sangat mengetuk hati, mudah2an juga dapat menyetuh hati para bapak2 agar mencintai istri apa adanya....
Sang Miliader, Merawat Sendiri Istri Selama 25 Tahun
Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang tokoh di balik kemajuan industri reksadana di Indonesia sekarang ini, juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini. Ia tergolong miliader.
Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan, pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tulisan ini, bukan hendak menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Tetapi, kesehariannya yang luar biasa.
Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja, bahkan sudah mendekati malam. Tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.
Cobaan menerpa, tatkala istrinya melahirkan anak yang ke empat. Tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah, bahkan terasa tidak bertulang. Lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia gendong istrinya ke depan TV, agar tidak merasa kesepian. Istrinya sudah tidak dapat bicara, selalu hanya terlihat senyum.
Untunglah kantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya untuk makan siang.
Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan mata, namun bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan.
Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun.
Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yang masih kuliah. Pada suatu hari…
Saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya – karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing – Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu: Semua anaknya dapat berhasil.
Dengan kalimat yang cukup hati-hati, si anak sulung berkata:
“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak. Bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu,” kata si sulung dengan air mata berlinang.
“Sudah ke empat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibu pun akan mengijinkannya. Kapan bapak menikmati masa tua bapak? Dengan berkorban seperti ini, kami tidak tega melihat bapak, kami berjanji akan merawat ibu sebaik-baiknya secara bergantian,” tambah si melanjutkan permohonannya.
”Anak-anakku… Jika perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi. Tetapi ketahuilah, dengan adanya ibu kalian di sampingku, itu sudah lebih dari cukup. Dia telah melahirkan kalian." Sejenak kerongkongannya tersekat.
"Kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta, tidak satu pun dapat dihargai dengan apa pun. Coba kalian tanya ibumu, apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini?
Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang? Kalian menginginkan bapak yang masih diberi Allah Jalla Jalallahu kesehatan, dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit?” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya.
Meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno. Mereka juga menyaksikan butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno, yang dengan pilu menatap mata suami yang sangat dicintainya.
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta di Jakarta untuk menjadi narasumber. Host mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa? Di saat itulah meledak tangis Pak Suyatno, bersama tamu yang hadir di studio yang kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru.
Pak Suyatno bercerita: “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinan tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian, semua itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, yang sewaktu sehat dia dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya, bukan dengan mata. Dia memberi saya empat anak yang lucu-lucu.
Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama, itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintai dia apa adanya. Jika dia sehat pun, saya belum tentu mau mencari penggantinya, apalagi dia sakit,” katanya sembari berurai air mata.
Setiap malam saya bersujud dan menangis. Saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas saja. Saya yakin hanya kepada Allah Azza Wajalla saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya. Cinta saya kepada istri saya, sepenuhnya saya serahkan kepada Allah Ta'ala.
😭😭😭
Sebuah Renungan Kehidupan yang nyata, menyentuh hati, mencintai apa adanya dg menyerahkan sepenuhnya kpd Allah Azza Wa Jalla, menjadikan kemuliaan hati sungguh sempurna....
........masyaa Allah......
Kisah Kitab Jurumiyah
Kisah Kitab Jurumiyah Dilempar Oleh Pengarangnya
Diantara kitab-kitab fenomenal dalam bidang Ilmu Nahwu adalah kitab Al-Ajurumiyah karangan Abu Abdillah Muhammad Bin Muhammad Bin Daun Ash-Shanhaji atau biasa dikenal dengan sebutan Ibnu Aj-jurumi Ash-Shonhaji. Kitab ini merupakan kitab ringkas yang memuat kaidah-kaidah ilmu nahwu dasar. Oleh sebab itu banyak madrasah dan pesantren-pesantren yang menjadikan kitab ini sebagai pijakan awal bagi santri pemula dalam belajar ilmu nahwu.
Namun, perlu kita ketahui bahwa dibalik lahirnya kitab Jurumiyah ternyata ada sebuah kisah yang patut kita ketahui. Kisah yang menunjukan betapa besarnya harapan sang penyusun (Syeikh Ash-Shonhaji) terhadap kitabnya itu agar bisa bermanfaat dan semata-mata mengharapkan keridloan Allah SWT.
Diriwayatkan oleh Syeikh Ismail Bin Musa Al-Hamidi Al-Maliki (seorang syeikh Al-Azhar) dalam kitabnya Khasyiyah ‘ala Al-Kafrawi, bahwasanya; ketika Syeikh Ash-Shonhaji selesai mengarang kitab jurumiyah beliau lantas pergi kelaut dan melemparkan karyanya tersebut. Beliau berkata:
إن كان خالصا لله فلا يبل
“Jika kitab tersebut murni (dibuat) karena Allah Ta’ala, maka ia tidak akan basah.”
Dan benar saja. Kitab tersebut masih utuh tanpa basah dan tanpa rusak. Hingga akhirnya saat ini kitab karya belia itu bisa kita baca sampai sekarang.
Dalam riwayat lain sebagaimana termaktub dalam Tahqiq Al-Jurumiyah mengutip dari hasyiyah Al-Hafnawi. Bahwasanya saat Syeikh Ash-Shanhaji selesai menyusun kitab Jurumiyah, saat itu beliau berada di majlis yang letaknya tinggi. Kemudian beliau melempar kitab jurumiyahnya ke udara seraya berkata:
اللّهمّ إن كان خالصًا لوجهك فردّه عليّ
“Ya Allah, jikalau kitab tersebut murni (dibuat) karena-Mu, maka kembalikan ia padaku.”
Maka benar saja. Kitab tersebut kembali ketangan pengarangnya yang ikhlas.
Kisah diatas menunjukan betapa jurumiyah dibuat dengan ketulusan dan mengharap ridlo illahi. Tidak heran jika kini kitab tersebut tetap menjadi rujukan dasar dalam bidang ilmu nahwu dibelahan penjuru dunia meskipun dibuat sudah ratusan tahun yang lalu. Dan hikmahnya: Kita mesti melakukan segala sesuatu yang baik dengan tujuan ikhlas karena Allah Ta’ala. Sebab, sesuatu yang berjalan dalam keikhlasan dan keridloan Allah SWT akan menjadi keberkahan yang kemudian menghasilkan hal besar meskipun sederhana.
Lahu Al-Faatihah.....
Selasa, 12 Januari 2016
BELAJAR RENDAH HATU DARI NELAYAN
BELAJAR RENDAH HATI DARI NELAYAN
Pada suatu sore yang cerah, seorang cendekiawan ingin menikmati pemandangan laut dengan menyewa sebuah perahu nelayan dari tepi pantai. Setelah harga sewa
per jam disepakati, keduanya melaut tidak jauh dari bibir pantai. Melihat nelayan terus bekerja keras mendayung perahu tanpa banyak bicara, sang cendekiawan
bertanya: "Apa bapak pernah belajar ilmu fisika tentang energi angin dan matahari?"
"Tidak" jawab nelayan itu singkat.
Cendekiawan melanjutkan " Ah, jika demikian bapak telah kehilangan seperempat peluang kehidupan Bapak"
Nelayan cuma mengangguk-angguk membisu.
"APa bapak pernah belajar sejarah filsafat?" tanya cendikiawan.
"Belum pernah" jawab nelayan itu singkat sambil menggeleng-gelengka n kepalanya.
Cendekiawan melanjutkan " Ah, jika demikian bapak telah kehilangan seperempat lagi peluang kehidupan Bapak". Si Nelayan kembali cuma mengangguk-angguk
membisu.
"APa bapak pernah belajar dan bisa berkomunikasi dengan bahasa asing?" tanya cendikiawan.
"Tidak bisa" jawab nelayan itu singkat.
"Aduh, jika demikian bapak total telah kehilangan tigaperempat peluang kehidupan Bapak"
Tiba-tiba... ..
Angin kencang bertiup keras dari tengah laut. Perahu yang mereka tumpangi pun oleng hampir terguling. Dengan tenang Nelayan bertanya kepada cendekiawan
" Apa bapak pernah belajar berenang?"
Dengan suara gemetar dan muka pucat ketakutan, orang itu menjawab "Tidak pernah"
Nelayanpun memberi komentar dengan percaya diri "Ah, jika demikian, bapak telah kehilangan semua pe luang hidup bapak"...... ......... ......... ......... .
Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas:
list of 3 items
• Jangan meninggikan diri lebih hebat dari orang lain
• Jangan sombong, sebab akan direndahkan Tuhan
• Kita semua memiliki keterbatasan dan memerlukan orang lain
Perbanyak Doa
🌾 Perbanyak Ber-Do'a
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
🍃Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Al-Mu’minun: 60)
Hal ini merupakan karunia dan kemurahan dari Allah ﷻ Dia menganjurkan kepada hamba-hamba-Nya untuk meminta kepada-Nya dan Dia menjamin akan memperkenankan permintaan mereka, seperti apa yang dikatakan oleh Sufyan As-Tsauri; Hai orang yang paling dicintai oleh Allah di antara hamba-hambaNya, karena dia selalu meminta kepadaNya dan banyak meminta kepadaNya.
Hai orang yang paling dimurkai oleh Allah di antara hamba-hambaNya, karena dia tidak pernah meminta kepadaNya....
📜Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.
🌹Hal yang semakna telah disebutkan di dalam sya'ir yang mengatakan:
الله يغضب إن تركت سؤاله ...... وبني آدم حين يسأل يغضب .....
🍂Allah murka bila engkau tidak meminta kepada-Nya, sedangkan Anak Adam marah jika diminta.
والله أعلم....
📚Di kutib dari Tafsir Ibnu Katsir Surat Ghāfir: 60
صلوا على النبي....
KASIDI, KASIYEM lan KUCINGE
KASIDI, KASIYEM, lan KUCINGE
Kasidi mangkel tenan karo kucing ingon-ingone Kasiyem, bojone.
Saben dino kucing mau mung dielus-elus, dipangku-pangku, dikeloni.
Deweke dadi bojone malah ora tau digatekne. Terus terang deweke cemburu berat karo kucing kuwi....
Sawijining dino Kasiyem lungo neng pasar arep dodolan telo.
"aku lungo pasar disik yo Kang.."
"Yo kono...ati-ati.."
Bareng Kasiyem lungo, Kasidi langsung ndekep kucinge trus digowo lungo 10 km adohe,
trus di culke ning pinggir dalan.
Kasidi bali mesam mesem mergone bungah...
Tapi bareng tekan omah..
Jenggirat !!!
kucinge wis tekan omah disik malah lagi mangan gereh...
Kasidi gregeten pisan, langsung di dekep maneh, lebokne karung, langsung digowo lungo maneh...
Saiki ora tanggung-tanggung,
diputer-puterne, mlebu gang,
nyabrang kali,
liwat kebon,
dalan gedhe,
dalan cilik,
pokoke mumet-met.......
nganti tekan pinggir alas... jarake yen dietung-etung kiro-kiro 20 km.
"Naahh... Saiki kowe ora bakalan bisa bali Cing... Mati kowe..!!" Kasidi bungah banget atine.....
Bareng bakdo maghrib Kasidi tilpun Kasiyem..
"mBokne... kowe wis bali ko pasar..??"
"Ya wis kawit mau.."
"Kucingmu ono opo ora..."
"Yo ono kae...
gek turu mlungker ngarep tivi..."
"Ndang digugah.. trus wenehno HP mu nang kupinge kucingmu..."
"Lhaa... Ngopo Kang kok arep ngomong karo kucingku...??"
"Arep takon mau baline lewat ngendi.. Aku kesasar " 😅 😂
TOPLES
* Seorang guru besar di depan audiens nya memulai materi kuliah dengan menaruh topless yg bening & besar di atas meja.
* Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya: "Sudah penuh?"
* Audiens menjawab: "Sdh penuh".
* Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya & memasukkan nya ke dlm topless tadi. Kelereng mengisi sela2 bola tenis hingga tdk muat lagi. Beliau bertanya: "Sdh penuh?"
* Audiens mjwb: "Sdh penuh".
* Setelah itu sang guru mengeluarkan pasir pantai & memasukkan nya ke dlm topless yg sama. Pasir pun mengisi sela2 bola & kelereng hingga tdk bisa muat lagi. Semua sepakat kalau topless sdh penuh & tdk ada yg bisa dimasukkan lg ke dalamnya.
* Tetapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi ke dalam toples yg sdh penuh dgn bola, kelereng & pasir itu.
Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa:
"Hidup kita kapasitasnya terbatas spt topless. Masing2 dari kita berbeda ukuran toplesnya:
- Bola tenis adalah hal2 besar dlm hidup kita, yakni tanggung-jawab thdp Tuhan, orang tua, istri/suami, anak2, serta makan, tempat tinggal & kesehatan.
- Kelereng adalah hal2 yg penting, spt pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll.
- Pasir adalah yg lain2 dlm hidup kita, seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, Facebook, BBM, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dll.
- Jika kita isi hidup kita dgn mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng & bola tennis tdk akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal2 kecil. Hidup kita habis dgn rekreasi dan hobby, sementara Tuhan dan keluarga terabaikan.
- Jika kita isi dgn mendahulukan bola tenis, lalu kelereng dst seperti tadi, maka hidup kita akan lengkap, berisikan mulai dr hal2 yg besar dan penting hingga hal2 yg menjadi pelengkap.
Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas & bijak. Tahu menempatkan mana yg prioritas dan mana yg menjadi pelengkap.
Jika tidak, maka hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali".
* Lalu sang guru bertanya: "Adakah di antara kalian yg mau bertanya?"
Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dlm pelajaran tadi.
* Namun, tiba2 seseorang nyeletuk bertanya: "Apa arti secangkir air kopi yg dituangkan tadi .....?"
* Sang guru besar menjawab sbg penutup: "Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, jgn lupa masih bisa disempurnakan dgn bersilaturahim sambil "minum kopi" ..... dgn tetangga, teman, sahabat yg hebat. Jgn lupa sahabat lama.
Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan ..... betapa indahnya hidup ini !