Minggu, 12 Juni 2016

Puasa Prespektif Medis

Puasa Perspektif Medis.
Oleh : Ahmad Zain.

Senen-13-Juli-2016
Senen-8-Ramadhan-2016.

Makanan adalah sumber penyakit. Kita sering mendengarkan jargon itu. Ya, betul, sumber penyakit yang menimpa seseorang manusia adalah berasal dari sumber makanan yang masuk ke dalam perut. Makanan dan minuman yang masuk  akan mempengaruhi organ-organ pencernaan di dalam perut. Hati, usus, limpa dan lain-lain.

Bayangkan organ pencernaan di tubuh kita berjalan tanpa berhenti selama 24 jam bahkan hingga selama kita masih hidup. Tanpa di istirahatkan, maka apa yang terjadi? Jelas akan terjadi ketidakseimbangan hingga menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit. Belum lagi jika ditambah dengan makanan dan minuman yang kita konsumsi adalah makanan yang serba tidak sehat. Dengan berpuasa adalah moment untuk megistirahatkan organ pencernaan kita selama satu bulan. Bisa kita analogikan sebuah mesin yang selalu hidup tanpa pernah dimatikan sama sekali, jelas dapat dipastikan mesin itu mudah  rusak.

Mari kita lihat sabda Nabi besar kita Muhammad, Saw dan bukti secara ilmiah berdasarkan hasil penelitian. Berikut hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Sunny dan Abu Nu'aim, yaitu dari Abu Hurairah:

"Berpuasalah maka kamu akan sehat"
"Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar (jasad) ialah puasa" (HR. Ibnu Majah)

Sedangkan bukti ilmiah menurut beberapa penelitian sebagai berikut:

Fasten Institue sebuah lembaga puasa di Jerman menggunakan puasa untuk menyembuhkan penyakit yang sudah tidak dapat diobati lagi dengan penemuan-penemuan ilmiah dibidang kedokteran. Metode ini juga dikenal dengan istilah “diet” yang berarti menahan / berpantang untuk makanan-makanan tertentu.

Selanjutnya Dr. Abdul Aziz Ismail dalam bukunya yang berjudul "Al-Islam wat-Thibbul-Hadits" menjelaskan bahwa puasa adalah obat dari bermacam-macam penyakit seperti kencing manis atau diabetes, darah tinggi, ginjal dan sebagainya.Kemudian ada Dr.

Alexis Carel, seorang dokter internasional yang pernah memperoleh penghargaan nobel dalam bidang kedokteran, menegaskan bahwa dengan berpuasa dapat membersihkan pernafasan.

Peneliti lain adalah Mac Fadon, seorang dokter dari Amerika. Ia telah berhasil mengobati pasiennya dengan anjuran berpuasa setelah gagal menggunakan obat-obat ilmiah.Prof. Nicko Lev dalam bukunya yang berjudul Hungry of Healthy, mengatakan bahwa setiap orang harus berpuasa dengan berpantang makan selama empat minggu setiap tahun agar ia memperoleh kesehatan yang sempurna sepanjang hidupnya.
Dan masih banyak penelitian-penelitian yang lain. Kita tidak perlu terlalu membahas kesana, nanti malah lupa kalau puasa itu wajib heheh..... imani sajalah. Nanti hikmah juga pasti akan bermunculan.

Wa ala Kuli Hal, puasa memang menyehatkan, dan tentunya jika seseorang pada waktu buka, semua yang ada gak dimakan semua. Hhhhhh.....

Renungan untuk kita semua.
Kisah Imam Ali dan Kumail bin Ziyad.

Wahai Kumail, ucapkanlah “bismillah” sebelum makan. Dengannya kamu akan terhindar dari keburukan. Sesungguhnya nama Allah Swt adalah obat segala penyakit.

Wahai Kumail, ketika kau selesai makan, bersyukurlah kehadirat Allah Swt atas rizkimu. Ucapkan rasa syukur ini dengan suara yang tinggi, sehingga yang lain akan ikut bersyukur, dengan inilah pahala dari Allah Swt akan bertambah.

Wahai Kumail, jangan penuhi lambungmu dengan makanan, simpanlah ruang untuk nafas dan air. Janganlah kau menyentuh makanan kecuali di waktu kau membutuhkannya. Dengan beginilah kau mengambil kekuatan darinya (yaitu makanan dapat ternutrisi dengan baik). Ketahuilah, badan yang sehat adalah sedikit makan dan sedikit minum.

Semoga bermanfaat.

Wallohu A'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar