Jumat, 10 Juni 2016

Puasa - Ngabuburit - Sahur

Puasa - Ngabuburit - Sahur.
Oleh : Ahmad Zain Bad.

Pada bulan ini, di bulan yang mulia dari pada bulan yang lain, bulan ramadhan kita dikejutkan dengan tontonan-tontonan yang 360 derajat dari pada sebelumnya. Yang awalnya Mungkasyifat (terbuka) semua tertutup pada bulan ini. Hanya ada sebagian yang masih bersikokoh buka-bukaan dengan alasan hidayah belum turun atau tetep mengedepankan egonya atau bla bla bla bla.

Tontonan di negri kita, disuguhi dengan hal-hal yang bodoh red; pembodohan. Kisah cinta pertemanan anak-anak SMP sering menghiasi bunga televisi, juga tontonan-tontonan yang berbau anarkis dan gak jelas sering kali muncul pada layar kaca.
Dan anehnya di negri ini, tontonan yang paling banyak di minati adalah Lawak, entah kenapa, atau mungkin karena sudah bosan melihat carut-marutnya kenyataan hehehehe.....

Kembali pada tema puasa.
Puasa kita adalah puasa tidur. Hhhh...setelah malam menjelang subuh, gugah-gugah, dengan glodakan membawa seperangkat alat dapur untuk dikelilingkan di kampung. Setelah kita habiskan malam-malam dengan jagongan ngalor-ngidul, siangnya di habiskan dengan tidur pulas. Berlandaskan dalil " Naumus Shoim Ibadah " qiq... qiq... qiq...Tidurnya orang puasa adalah ibadah.
Kerja minta dikurangi, aktivitas diperbanyak tidur, dan malam banyak dibuat hal yang sia-sia.

Begitu juga ngabuburit bahasa keren orang indonesia, sebuah acara atau aktivitas untuk menunggu maghrib, biasanya dibuat untuk halan-halan, ndelok-ndelok, dan kadang aneh, muda-mudi berpelukan di pinggir-pinggir jalanan yang strategis. Oh....indahnya.....wkwkwkwk.
Beda dengan di pesantren salaf, puasa-puasa sambil nunggu buka mereka gunakan ngaji dan maknai kitab-kitab, menambah pengetahuan dan keilmuan. #Ayo mondok  aja lah. heheh.....kitab setebal 4 jilid hanya dirampungkan cuma 20 hari.
Oh.....mantaaaaaab.

Sahur pun juga demikian, makan lebih banyak dari pada porsi biasanya dengan alasan supaya kuat puasanya nanti, biasanya dua kali lipat dari makan pada umumnya.
Oh, lantas apa bedanya dengan tidak puasa?!
Sahur makan, buka puasa makan, menjelang tengah malam makan. Persedian uang kita dibulan ramadhan justru 3 kali lipat hehehe.....
Teringat sebuah cerita, seorang kristiawan yang puasa hanya tidak makan makanan tertentu dalam masa 40 hari, hidupnya bisa lebih hemat dan bersedekah bisa lebih banyak.
Sedangkan sebagian dari kita justru pada bulan ramadan ini peningkatan belanja semakin tinggi apalagi sudah memasuki pertengahan ramadhan, mall-mall pasti penuh.

Oh Romadhon, apa namamu dalam hatiku hanya adat yang biasa berlaku saja ?!
Atau cuma mindah makan tanpa mengurangi kemaksiatan.
Wal hasil semoga ramadhan kita, ramadhan bahagia. Dan berharap menemukan waktu emas "lailatul Qadar" meski dalam mimpi heheheh.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar