Minggu, 17 Januari 2016

KECERDASAN IMAM ABU HANIFAH

Muhammad bin Muqatil berkata, “Seorang laki-laki tidak dikenal datang menemui Abu Hanifah, untuk menguji kekuatan pemahaman dan kecerdasan nya, seraya berujar, “Hai Abu Hanifah!” Abu Hanifah menjawab, “Labbaik wahai saudaraku.”

Laki-laki itu berkata, “Apa pendapatmu tentang seorang laki-laki, yang tidak mengharapkan surga, tidak takut neraka, tidak takut Allah, memakan bangkai, shalat tanpa ruku’ dan sujud, ia bersaksi atas apa-apa yang tidak ia lihat, membenci kebenaran, senang terhadap fitnah, lari dari rahmat, serta mempercayai Yahudi & Nasrani?”

Abu Hanifah; “Hai fulan, engkau bertanya tentang masalah ini, apa engkau tahu jawabannya?”

Laki-laki itu; “Tidak, saya tidak tahu.”

Abu Hanifah berkata kepada sahabat-sahabatnya; ”Apa pendapatmu tentang orang ini?”

Sahabat Abu Hanifah, ”Ia adalah sejelek-jelek manusia, sifat-sifat yang ia sebutkan telah cukup untuk mensifatinya demikian.” Abu Hanifah tersenyum dengan jawaban ini, lalu berkata; ”Orang itu benar-benar termasuk waliyullah,hai kamu apakah engkau mau untuk mencegah lisanmu dari perkataan yang jelek?” Laki-laki itu berkata; ”Baik, saya akan menahan lidahku untuk tidak menyakiti orang lain dengan lidahku ini”

Abu Hanifah berkata; ”Adapun perkataanmu, bahwa ia tidak mengharapkan surga, dan tidak takut neraka...? itu karena ia mengharapkan pemilik surga serta takut kepada pemilik neraka. Adapun perkataanmu; bahwa ia tidak takut kepada Allah...? itu karena ia tidak takut bahwa Allah akan berbuat tidak adil kepadanya, sebagaimana dinyatakan oleh Allah SWT, ”Sesungguhnya Tuhanmu tidak akan berbuat dhalim sedikitpun kepada hamba-Nya” (QS. Fushshilat: 46)

Adapun perkataanmu bahwa ia makan bangkai...? itu karena ia makan ikan. Adapun perkataanmu bahwa ia shalat tanpa ruku’ dan sujud...? itu artinya ia mengucapkan shalawat kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, atau shalat jenazah. Adapun perkataanmu bahwa ia bersaksi terhadap apa yang ia tidak lihat...? itu artinya ia bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu hamba dan Rasul-Nya.

Adapun perkatanmu bahwa ia membenci kebenaran...? itu artinya ia membenci kematian, karena kematian merupakan kebenaran, ia juga mencintai keabadian sehingga ia bisa lebih mentaati Allah SWT, sebagaimana yang difirmankan, ”Telah datang sakratul maut dengan kebenaran.” (QS. Qaf: 19)

Adapun perkataanmu bahwa ia menyukai fitnah...? itu artinya ia mencintai harta dan anak, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah, ”Sesungguhnya harta dan anak-anak kamu merupakan fitnah.” (QS. At-Taghabun: 15)

Adapun perkataanmu bahwa ia lari dari rahmat...? maksudnya adalah dia lari dari hujan (yang merupakan gerimis dan rahmat). Adapaun perkataanmu bahwa ia mempercayai yahudi dan nasrani...? maksudnya adalah sebagaimana yang difirmankan oleh Allah, ”Dan orang-orang Yahudi berkata bahwa orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan, dan orang-orang Nasrani berkata bahwa orang-orang Yahudi itu tidak mempunyai suatu pegangan” (QS. Al-Baqarah: 113)

Laki-laki itu kemudian berdiri, lalu mencium kening Abu Hanifah, seraya berkata; ” saksikanlah bahwa apa yang engkau ucapkan itu adalah benar.” []

Kalau Engkau Malu

Sabtu, 16 Januari 2016

توعية

فائدة من الحبيب سالم الشاطري قال: قال الإمام الحداد:
حصلنا الفتوح في العلم بثلاثة أشياء:

1. بالبكاء والتضرع والأستغفار في الأسحار.
2. وبالزهد في الدنيا.
3. وما سمعنا برجل صالح أو إمرأة صالحة إلا وزرناه وطلبنا منه الدعاء.

Kamis, 14 Januari 2016

Yang Langka Itu....

Yang langka itu...
Istri yg tunduk patuh pada suami,
Yg senantiasa berseri2 saat dipandang,
Yg ridha terdiam saat suami marah,
Tidak merasa lebih apalagi meninggikan suara,
Tercantik di hadapan suami,
Terharum saat menemani suami beristirahat,
Tak menuntut keduniaan yg tidak mampu diberikan
suaminya,
Yang sadar bahwa ridhaNya ada pd ridha suaminya,
Yang langka itu...

Suami yg mengerti bahwa istrinya bukan pembantu,
Sadar tak melulu ingin dilayani,
Malu jika menyuruh ini itu krn tau istrinya sudah
repot seharian urusan anak dan rumah,
Yg tak berharap keadaan rumah lapang saat pulang krn sadar itulah resiko hadirnya amanah2 yg masih kecil,
Yg sadar pekerjaan rumah tangga juga kewajibannya,
Yg rela mengerjakan pekerjaan rumah tangga krn
rasa sayangnya thd istrinya yg kelelahan,

Yang langka itu...
Anak lelaki yg sadar bahwa ibunya yg paling berhak atas dirinya,
Yg mengutamakan memperhatikan urusan ibunya,
Yg lebih mencintai ibunya dibanding mencintai istri
dan anak2nya,
Yg sadar bahwa surganya ada pd keridhaan ibunya,

Yang langka itu...
Orang tua yg sadar bahwa anak perempuannya jika
menikah sudah bukan lagi miliknya,
Yg selalu menasehati untuk mentaati suaminya selama suaminya tdk menyuruhnya kpd perkara munkar,
Yg sadar bahwa keridhaan Allah bagi anaknya telah
berpindah pd ridha suaminya,

Yang langka itu...
Seorang ibu yg meskipun tahu surga berada di bawah telapak kakinya,
Tapi tidak pernah sekalipun menyinggung hal tsb saat anaknya ada kelalaian thdnya,
Yg selalu sadar bahwa mgkn segala kekurangan pd
anak2nya adalah hasil didikannya yg salah selama
ini,
Yg sadar bahwa jika dirinya salah berucap atau doa
keburukan maka malaikat akan mengijabah doanya,

SURAT CINTA UNTUK ISIS

Nah ini joke cerdas:

SURAT CINTA UNTUK ISIS

Wahai kalian kelompok ISIS, teroris, ekstrimis, Jihadis dan semua yang berakhiran is....

Sungguh terlalu kalian men-teror kami. Kalian pikir kami ini Perancis ? Atau Turki ? Atau Kenya ? Sehingga kalian sok menjadi jagoan di negara ini ?

Apa kalian tidak tahu, bahwa teror kalian tidak berlaku di negara kami ? Kenapa ? Karena selama puluhan tahun, setiap waktu, kami selalu bersentuhan dengan yang namanya teror...

Kalian lupa bahwa kami sudah terlatih menghadapi teror yang bernama debt colector. Yang tiap saat, kalau telat bayar, krang kring ke kantor kami, ke rumah kami, bahkan sampai ke sekolah anak kami. Kami terbiasa dengan itu. Kalian tidak lebih seram dari ambon-ambon dan batak-batak itu. Kalian terlalu imut bagi kami...

Kalian gak tahu bahwa kami tiap hari diteror dengan sinetron produksi Raam Punjabi ? Apa yang lebih mengerikan dari itu ? Sinetron yang  sekolahnya pacaran mulu, yang penuh banci2an, dan ga perlu otak utk mencerna. Udah gitu serinya sampe tujuh lagi. Palak kali kami...

Hei ISIS ! Tau kan bus sumber kencono ? Yang larinya kayak anjing ngejar maling ? Berani naik itu ? Taruhan pasti kalian terkencing2. Lah kami ? Bahkan senang duduk samping supir, sambil berasa maen need for speed. "Kurang cepat, pir... Kiri kosong, pir... Yak, salip pir.."

Tambah lagi kopaja ma metromini. Yang gak bisa liat lawan sedikit, kernetnya langsung tereak, "Rapat belakang, rapat belakang... Tareeeekkk..." Dan kami harus loncat dengan satu kaki melayang di awan.

Apa yang lebih teror dari itu ?

Yang lebih gila, 10 tahun negara kami berada di ujung tanduk kebangkrutan. Bagi negara lain itu sudah teror diatas teror. Tapi pemimpin kami yang pemberani dengan santainya bikin album dan negara ini jalan sendiri. Kalian mau ngetes kegilaan kami ?

Mau tahu kegilaan kami yang lain ? Teror ayam pun, kalau sudah matang kami namakan teror mata sapi. Lah, itu istilahnya darimana coba ? Mirip aja kagak...

Kalian mau tahu teror yang lain yang selalu kami hadapi ? Teror sms ! Yang mama minta pulsa-lah, adek di kantor polisi-lah, yang telpon nangis2 ngakunya kecelakaan-lah.. Dan kalian tahu apa yang kami lakukan ? Kami bully, kami screenshot dan kami tertawakan ramai2 di fb...

Kami sudah kenyang dengan teror.. Kalau mau belajar neror, belajar ke kami. Mau tau rajanya teror ? Datang ke senayan. Disana tukang teror semua, yang penting ada komisi. Kalau gada komisi, mereka tidur lagi. Gilanya lagi, kalau ketangkep, mereka dadah2 di tipi. Tidak ada yang mereka takuti. Bahkan Tuhan-pun, kalau bisa, mereka sambangi. "Tuhan, apa ga ada proyek pengadaan parfum di surga ? Biar kami yang urusi.."

Jadi, apa gunanya kalian teror kami ? Kalian tidak neror pun, kami sudah gila semua.

Kalian sibuk ngebom, tembak2an, PKL malah berdatangan. "Wah ada keramaian.. Kacang2, yang haus yang haus, kacang... Bapak dari ISIS ? Haus, pak ?" Mereka sudah gak takut, Sis... Tiap hari mereka berhadapan ma trantib. Kejar2an. Malah mereka berdoa supaya kalau bisa kalian datang tiap hari, biar ramai terus, bisa buka lapak dagangan.

Gak usah sok neror, lah sis... Kami disini punya haji lulung yang ludahnya aja ngeluarin api. Kalian ga takut apa ? Atau perlu kami keluarkan orang yang lebih sakti ? Yang mampu menanam pohon di senayan meski kebakarannya di kalimantan ? Bisa mati kalian nanti...

Gua bilangin ya sis, kalau mau nyandera orang disini jangan salah pilih, nanti malah nyandera cabe2an... Pas kalian gertak, "Angkat tangan !!" Eh, dia ngomong, "t4ng4n y4nk mn4 y4k hRu5 d1 4n6k4tx ?" Bingung kan ? Habis gitu mereka minta selfie, trus pasang wajah bebek2an...

Udah malam, sis... Gua dah ngantuk. Siapa pemimpin kalian ? Santoso ? Bilangin, namanya dah ketinggalan jaman.. Anak gaul sekarang namanya Jeffry.. Please deh, ah.. Jarang nonton tipi sih.

Nb : Ini Indonesia, Sis.. Camkan itu. Disini mau jadi teroris daftar dulu ke MUI, biar halal. Sini, minum kopi.. Kenapa ga mau ? Takut di sianida ?

Pulanglah, Sis...kalian gak laku disini... Kami sudah kebanyakan pelawak di negara ini, jangan ditambah kalian lagi.

Ngeliat aksi kalian kemarin itu kami malah ketawa. Bahkan kami kalau ketawa bisa sambi[truncated by WhatsApp]

Kemuliaan Wajah Nabi

Kemuliaan wajah nabi
Kemuliaan Wajah Rasulullah Dan Wajah Nabiullah Yusuf As
Sayyid Muhammad bin 'Alawy Bin Abbas Al Maliki tentang perbedaan wajah nabiyullah Yusuf As dengan wajah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Sebagaimana dahulu di masa nabi Yusuf para wanita memotong jari-jarinya karena indahnya wajah nabi Yusuf As,
"Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya , mereka terpesona kepada (keelokan rupanya) dan mereka (tanpa sadar) melukai tangannya sendiri, seraya berkata: "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia, sungguh ini adalah malaikat yang sempurna" (QS. Yusuf : 31 )
Maka berkatalah As Syaikh Muhammad bin 'Alawy Al Maliki Ar menukil salah satu riwayat sahabat bahwa Allah tidak menampakkan keindahan wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam secara keseluruhan di muka bumi, hanya 1 keindahan dari 10 bagian yang diperlihatkan, jika seandainya yang 9 bagian itu ditampakkan juga maka orang-orang akan mengiris hatinya tanpa terasa karena indahnya wajah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam,
ٍNabi Muhammad Saw dan Nabi Yusuf As keduanya mendapatkan keistimewaan ketampanan yang masyhur. Namun Nabi Muhammad Saw memiliki sebuah kelebihan yang tidak dimiliki oleh Nabi Yusuf As yaitu al Haibah al Jalaliyah wa Dlou-un Nuroniyah.
Haibah yang tidak di miliki oleh Nabi Yusuf As ini membuat ketampanannya menghipnotis para wanita dan digandrungi banyak orang. Haibah yang tidak dimiliki Nabi Yusuf As ini juga menyebabkan kakak-kakaknya mendengki padanya dan berusaha mencelakainya.
al Haibah al Jalaliyah yang dimiliki Nabi Muhammad Saw menjadikan kewibawaannya lebih mendominasi daripada ketampanannya, hingga tak seorangpun wanita berani menatapnya karena rasa hormat kepadanya, apalagi tergila-gila seperti yang dilakukan tuan putri Zulaiha pada Nabi Yusuf As
Rasulullah Saw juga memiliki Dlou-un Nuroniyah, cahaya yang menerangi....
dikisahkan suatu saat isteri nabi menjahit baju, tiba-tiba lampunya mati, karena saking terkejutnya jarum yang digunakan menjahit itu terlempar entah kemana. Ketika Nabi Saw keluar dan bertanya ada apakah gerangan?
Seketika itu isteri nabi Saw melihat cahaya dari tubuh Nabi Saw hingga jarum yang terlempar itu bisa terlihat.
Berikut pemaparan dari para sahabat Rasulullah saw tentang "Penampilan dan Ketampanan Rasulullah Saw" :
1. Imam Ghazzali ra' Ihya Ulum-Id-Din :
" Rasulullah saw. memiliki jasmani yang tampan. Sebagian orang menyatakan senyuman beliau seindah bulan purnama. Hidungnya tipis. wajahnya halus. janggutnya tebal. lehernya indah. jika cahaya matahari menyinari lehernya, hal itu tampak seperti campuran antara perak dan emas. bagian diantara pundaknya begitu lebar".
2. Dari Anas bin Malik ra :
"Rasulullah, tidak terlalu tinggi atau pendek. beliau tidak pucat pasi atau pun gelap. tidak memiliki rambut keriting atau pun lurus. Allah mengutusnya sebagai Rasul pada umur empat puluh. Beliau tinggal di Mekah selama sepuluh tahun dan di Madinah selama sepuluh tahun dan Allah Yang Maha Agung, mengambil nyawa beliau pada usia enam puluh. Tidak lebih dari dua puluh uban yang berada di rambut dan janggutnya. Semoga Allah memberkahi dan memberi kedamaian padanya".
3. Shamaa-il Tirmidhi ra :
"Rasulullah saw. begitu bersih, rapi, indah dan tampan".
4. Bara' bin Azib r.a :
" Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih tampan daripada Rasulullah saw. Rambut beliau panjang sampai ke pundaknya. Bagian di antara pundaknya begitu lebar. Beliau tidak terlalu tinggi ataupun pendek ".
5. Ibrahim bin Muhammad r.a :
" Ketika Ali r.a menggambarkan Rasulullah saw, ia berkata, 'Beliau tidak terlalu tinggi atau pendek, melainkan seorang pria dengan tinggi sedang. Rambut beliau tidaklah keriting ataupun bergelombang namun paduan daripadanya. Kulit beliau agak putih kemerahan. Beliau memiliki bagian mata yang hitam dan bulu mata yang panjang. Beliau memiliki bagian yang menonjol dari tulang belikatnya. Diantara pundak beliau terdapat tanda kenabian. Beliau memiliki dada yang paling sempurna dibanding orang lain. Memiliki perangai yang lemah lembut dan silsilah yang paling mulia. Mereka yang melihatnya langsung berdiri dengan perasaan kagum kepadanya dan mereka yang berkenalan langsung mencintainya. Mereka menggambarkan beliau mengatakan bahwa mereka belum pernah melihat seorang pun seperti beliau dulu ataupun setelahnya ".
6. Hasan r.a :
"Beliau memiliki kualitas dan penampilan yang sempurna; yang lain juga menghargainya begitu tinggi. Wajahnya yang penuh berkah bersinar seperti bulan purnama. Beliau lebih tinggi daripada pria yang tinggi.
Rambutnya ikal. Jika rambutnya terbelah tanpa sengaja, beliau akan membiarkannya saja, kalau tidak, maka beliau tidak membuatnya menjadi terbelah di tengah. Rasulullah saw memilki corak kulit yang berkilauan dan dahi yang lebar. Alis beliau begitu tebal dan rapi. Leher beliau begitu indah dan tipis, seperti patung yang terpahat dengan rapi.Warna kulitnya begitu jelas, bersinar dan indah laksana perak. Seluruh bagian tubuhnya memiliki ukuran yang sempurna. Tubuh beliau tersusun dengan sempurnanya..".
Ya Allah Ya Allah Ya Allah Allahumma shalli ala sayyidina Muhamad
kelak wajah itu akan diperlihatkan di telaga Haudh.
Semoga kita diizinkan memandang wajah yang indah itu, amin....